pentagon 88 Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
Nanti setelah sebulan,pentagon 88 kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
(责任编辑:teknologi)
- Jordy Wehrmann ingin Madura United segera putus tren negatif
- Pelatih akui Madura United tampil buruk ketika dibantai Persita
- Perkelahian final kompetisi Brasil berujung 23 pemain dikartu merah
- TVRI: Antusiasme Piala Dunia 2026 terus terasa
- Elkan Baggot kembali ke timnas Indonesia
- Hodak: Seluruh pemain Persib siap tampil hadapi Persik
- Absen lawan Borneo, pelatih ungkap Mauro Zijlstra alami cedera paha
- Rizky Ridho sayangkan Persija kembali buang poin di kandang
- PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM
- 41 pemain dipanggil untuk skuad sementara hadapi FIFA Series 2026
- Persita perpanjang penderitaan Madura United dengan kemenangan 4
- Gagal bungkam PSIM Yogyakarta, Semen Padang pecat Dejan Antonic
- PSSI soroti kasus rasisme dan ingatkan larangan suporter tandang
- Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
- Kontra Bali, Persijap berharap ulangi performa seperti lawan Persebaya
- Semen Padang tahan imbang 10 pemain PSIM Yogyakarta
- Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija
- PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
- Persebaya tampil tanpa beban hadapi juara bertahan Persib
- Jadwal Super League pekan 24: Persebaya vs Persib, Persija vs Borneo
- situs scam views+
- bokep indo views+
